Mengenal Lebih Dekat Rema Mishul Azwa, Ketua DPRK Aceh Selatan

ACEH SELATAN – Nama Hj. Rema Mishul Azwa, SE., Ak., M.E kini semakin dikenal luas sebagai sosok pemimpin perempuan yang memegang jabatan strategis di Kabupaten Aceh Selatan. Perempuan kelahiran Kecamatan Sawang, Aceh Selatan, pada 1981 ini saat ini menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Selatan untuk periode 2024–2029.

Perjalanan hidup Rema mencerminkan sosok yang tidak pernah berhenti belajar dan mengabdi. Ia memulai pendidikan formalnya di kampung halaman, kemudian melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) dan Akuntansi (Ak). Ia juga dikenal sebagai seorang pengusaha sebelum akhirnya terjun ke dunia politik melalui Partai Nanggroe Aceh (PNA).

Karier legislatifnya dimulai pada periode 2019–2024, ketika ia terpilih sebagai anggota DPRK Aceh Selatan. Di periode pertama ini, ia mulai dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan aspirasi masyarakat.

Pada Pemilu 2024, ia kembali mencalonkan diri dan berhasil meraih suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Samadua dan Tapaktuan dengan perolehan 3.124 suara.

Pencapaian ini mengantarkannya kembali ke DPRK Aceh Selatan untuk periode kedua. Keberhasilan Partai PNA meraih kursi terbanyak membuat Rema ditetapkan sebagai Ketua Sementara DPRK Aceh Selatan pada September 2024. Selanjutnya, pada 9 Oktober 2024, ia resmi dilantik sebagai Ketua DPRK Aceh Selatan definitif.

Pelantikan ini menjadi sejarah baru karena baru kali ini Ketua DPRK Aceh Selatan dijabat oleh seorang putri asli Samadua. Sebagai Ketua DPRK, ia dikenal vokal dan tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

Di sela-sela kesibukannya memimpin lembaga legislatif daerah, Rema tidak pernah melupakan pentingnya pendidikan. Tepat pada hari ini, Kamis (27/8/2026), ia resmi menyandang gelar Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala.

Di tengah padatnya agenda rapat, kunjungan kerja, dan berbagai kegiatan politik, ia tetap menyempatkan diri untuk menyelesaikan studi pascasarjana. Hal ini menunjukkan bahwa baginya, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh terhenti meskipun telah menduduki posisi penting.

Sebagai seorang Srikandi politik Aceh Selatan, Rema mengajak kaum hawa untuk terus bangkit dan berperan aktif dalam politik serta pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan tidak boleh lagi tertinggal dan harus berani mengambil peran strategis, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.

“Perempuan harus berani tampil, berani bersuara, dan berani mengambil peran. Kita punya kapasitas yang sama untuk membangun daerah,” ujarnya.

Sosok Rema menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu memimpin dan membangun daerah. Kehadirannya di kursi pimpinan legislatif diharapkan dapat menginspirasi kaum hawa untuk tidak ragu mengambil peran strategis.

Dengan kapasitas, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi, ia membuktikan bahwa perempuan memiliki tempat yang setara dalam pembangunan daerah.

Kiprah Rema diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama kaum hawa, untuk berani bermimpi dan berkontribusi bagi kemajuan daerahnya.***