Rupiah Kembali Menguat, Sentuh Rp 17.694 per Dollar AS

JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot terus menguat hingga menyentuh Rp 17.695 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang garuda terapresiasi 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 17.748 per dollar AS.

Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan di pasar surat utang. Imbal hasil (yield) surat utang turun secara luas, hampir di semua tenor.

Melansir data Bloomberg pukul 15.05 WIB, yield tenor 1 tahun turun 6,7 basis poin (bps) menjadi 6,69 persen. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2026.

Sementara itu, yield tenor 2 tahun turun tajam 12,2 bps menjadi 6,64 persen. Begitu juga dengan yield tenor acuan 10 tahun yang turun 6,9 bps menjadi 6,95 persen. Posisi ini merupakan yang terendah dalam dua bulan terakhir.

Pergerakan yield di pasar surat utang hari ini mengindikasikan premi risiko Indonesia mulai terpangkas. Kondisi tersebut didukung keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen serta berlanjutnya stabilitas rupiah.

Hal ini sejalan dengan Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun yang kembali turun ke level 84,99, atau merupakan posisi terendah sejak Mei 2026. CDS selama ini menjadi salah satu barometer persepsi investor global terhadap risiko gagal bayar (default risk) suatu negara.

Penurunan CDS pada Agustus dari level tertingginya tahun ini sebesar 105,9 pada Maret lalu menandakan investor mulai memangkas premi risiko untuk memegang aset-aset Indonesia.***

Sumber: Kompas.com