Dosa Terbesar Setelah Syirik yang Sering Disepelekan
Kita sering menangis saat dunia menjauh, namun hati kita begitu mati hingga tak merasa kehilangan saat jarak antara kita dan Sang Pencipta membentang tanpa sujud dan bersimpuh.
Bagaimana mungkin kita begitu angkuh untuk sekadar meletakkan kening di atas sajadah? Padahal kesehatan, jabatan, dan harta yang sedang kita nikmati saat ini adalah pemberian dari-Nya.
Seringkali kita terlalu sibuk mengejar dunia yang sementara, sampai lupa sujud kepada Yang Maha Kuasa. Harta yang melimpah bukan jaminan cinta-Nya. Tanpa iman, materi tak lebih dari sekadar istidraj—sebuah jebakan nikmat yang diulurkan Allah agar manusia semakin terbuai, terlena, hingga akhirnya terasing dari sujud di dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ
“Pembatas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim No. 82)
Sadarlah, batas antara dirimu dan kekafiran sekaku jarak antara dirimu dengan sajadah. Jangan merasa aman dengan detak jantung yang masih berdenyut hari ini. Jika Allah mencabut nyawamu saat engkau sedang dalam keadaan sengaja meninggalkan shalat, dengan jaminan apa engkau akan menghadap-Nya di akhirat?
Ulama sepakat, dosa meninggalkan shalat dengan sengaja jauh lebih mengerikan daripada dosa berzina, merampok, atau membunuh. Sebab, perbuatan itu adalah pembangkangan terang-terangan kepada Sang Pencipta. Berhentilah menantang murka Allah dengan menunda-nunda waktu sujud, sebelum kain kafan membungkus tubuhmu dan engkau terlambat untuk memohon ampunan.
Tag sahabat terbaikmu untuk saling mengingatkan dalam kebaikan!

