Ma’had Aly Syekh Muda Waly Wisuda 98 Mahasantri

ACEH SELATAN – Ma’had Aly Syekh Muda Waly Al-Khalidy, Dayah Darussalam Al-Waliyyah, Gampong Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat, menggelar wisuda Angkatan IV, Sabtu (8/8/2026). Sebanyak 98 mahasantri resmi menyelesaikan pendidikan tinggi keislaman di lembaga yang lahir dari rahim pesantren tersebut.

Prosesi wisuda berlangsung dalam Rapat Senat Terbuka ke-IV di Arya Sport Center Hall. Dari total lulusan, 67 orang merupakan wisudawan putra dan 31 wisudawati putri. Prosesi ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian di tengah masyarakat.

Rapat senat terbuka itu dihadiri Pimpinan Dayah Darussalam Al-Waliyyah Abuya H. Mawardi Waly Al-Khalidy, MA, Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly Kementerian Agama RI Dr. Mahrus, M.Ag, perwakilan Kanwil Kemenag Aceh, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, Kepala Kankemenag Aceh Selatan Khairul Huda, S.HI., M.Si, pimpinan dayah dan pesantren se-Aceh, unsur Muspika, ulama, tokoh masyarakat, wali santri, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Yayasan Dayah Darussalam Al-Waliyyah, Abi Hidayat Muhibbudin Waly, SE, mengatakan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.

“Para lulusan tidak cukup hanya membawa pulang gelar dan ijazah. Mereka harus membawa ilmu, akhlak, keteladanan, serta tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi umat,” katanya.

Menurut Abi Hidayat, lulusan Ma’had Aly diharapkan mampu menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang diwariskan para ulama, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

“Kemajuan teknologi dan perubahan sosial jangan sampai membuat generasi muda meninggalkan akar tradisi keilmuan dayah. Justru kemajuan itu harus menjadi sarana memperluas manfaat ilmu dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pendidikan Ma’had Aly Kementerian Agama RI, Dr. Mahrus, M.Ag, dalam orasi ilmiahnya menegaskan posisi strategis Ma’had Aly dalam sistem pendidikan Islam nasional.

Menurutnya, Ma’had Aly merupakan lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang lahir dari tradisi pesantren dan memiliki kekuatan pada penguasaan khazanah keislaman secara mendalam.

“Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga kedalaman ilmu agama, integritas moral, kemampuan membaca perubahan zaman, serta kepedulian terhadap persoalan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh para lulusan harus menjadi kekuatan untuk memberikan solusi di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, penguatan sosial, dan keteladanan.

“Wisuda bukan akhir dari proses belajar. Ini adalah pintu masuk menuju tanggung jawab keilmuan yang lebih luas,” ujarnya.

Keberhasilan 98 mahasantri menyelesaikan pendidikan dinilai menjadi bagian penting dari proses regenerasi sumber daya manusia di bidang keislaman di Aceh Selatan. Para lulusan diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan keilmuan Islam.

Warisan Keilmuan Dayah Tertua di Aceh

Dayah Darussalam Al-Waliyyah yang menjadi induk Ma’had Aly Syekh Muda Waly Al-Khalidy merupakan salah satu dayah tertua dan paling berpengaruh di Aceh. Lembaga yang berlokasi di Gampong Blang Poroh, Labuhanhaji Barat, itu didirikan oleh ulama kharismatik Aceh, Syekh H. Abuya Muhammad Waly Al-Khalidy atau yang lebih dikenal dengan Abuya Muda Waly sekitar tahun 1940.

Sejak berdiri, Dayah Darussalam dikenal sebagai pusat pendidikan Islam bermazhab Syafi’i dan berfaham Ahlussunnah wal Jamaah. Santri yang menimba ilmu tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Aceh, tetapi juga dari luar provinsi hingga negara tetangga.

Abuya Muda Waly lahir di Blang Poroh sekitar tahun 1917. Putra dari Syekh H. Muhammad Salim itu menempuh pendidikan agama di berbagai pusat keilmuan Islam di Aceh dan Sumatera Barat sebelum mendirikan Madrasah Tarbiyah Islamiyah yang kemudian berkembang menjadi Dayah Darussalam Al-Waliyyah.

Melalui dayah tersebut, Abuya Muda Waly melahirkan banyak ulama besar yang kemudian menyebarkan pendidikan Islam ke berbagai daerah di Aceh, Sumatera Barat, hingga wilayah lain di Indonesia.

Hingga kini, Dayah Darussalam Al-Waliyyah tetap menjadi salah satu pusat kaderisasi ulama terkemuka di Aceh. Kehadiran Ma’had Aly Syekh Muda Waly Al-Khalidy memperkuat peran tersebut dengan mengintegrasikan tradisi keilmuan dayah ke dalam sistem pendidikan tinggi keagamaan yang diakui secara nasional.

Wisuda Angkatan IV tahun 2026 menjadi bukti bahwa tradisi keilmuan yang diwariskan Abuya Muda Waly terus hidup dan berkembang. Dari Labuhanhaji, Aceh Selatan, lahir generasi baru intelektual Muslim yang diharapkan mampu menjaga warisan ulama sekaligus menjawab tantangan kehidupan modern.***