Mengenal Sosok Ipda Hamnil, Danup Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Aceh Selatan
ACEH SELATAN – Di balik upacara penurunan Bendera Merah Putih yang khidmat di Lapangan Naga, Aceh Selatan, Senin (17/8/2026), terdapat sosok Komandan Upacara (Danup) yang memegang peran penting. Ia adalah Ipda Hamnil, S.H., M.H., CPM.
Dengan penuh disiplin dan ketenangan, Ipda Hamnil memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadirannya sebagai putra kelahiran Aceh Selatan, tepatnya 17 April 1987, menjadikan momen tersebut semakin istimewa baginya.
“Menjadi Komandan Upacara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu kehormatan bagi saya, terlebih saya diberikan kepercayaan untuk memimpin upacara di daerah kelahiran saya,” ujar Hamnil usai upacara.
Saat ini, Ipda Hamnil menjabat sebagai Pamapta 2 SPKT Polres Aceh Selatan Polda Aceh. Ia memulai kariernya sebagai lulusan Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Brimob tahun 2006 dan mengabdi di Satbrimobda Polda Aceh dari 2006 hingga 2013.
Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut di bidang lalu lintas. Pada 2013, ia dipercaya sebagai Bintara Umum SIBPKB Subditregident Ditlantas Polda Aceh. Di bidang tersebut, Hamnil tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan pengembangan, antara lain pelatihan penerbitan BPKB dan STNK serta pendidikan pengembangan personel bidang kepemilikan kendaraan bermotor.
Selain itu, Ipda Hamnil juga merupakan satu-satunya personel di Polda Aceh yang dipercaya sebagai Tenaga Pendidik (Gadik) Korlantas Polri di bidang Registrasi dan Identifikasi (Regident). Pengalaman di berbagai bidang kepolisian itu kemudian menjadi bekal bagi Hamnil untuk mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) tahun 2025. Setelah lulus dengan nama resimen Citta Dharma Laksita (CDL), ia ditempatkan di Polres Aceh Selatan hingga kini.
Lebih lanjut, perjalanan pengabdiannya juga dihiasi sejumlah penghargaan. Hamnil tercatat menerima Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2014 dan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2022. Ia juga pernah menerima penghargaan dari Presiden pada 2016 sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.
Di luar pendidikan kepolisian, Ipda Hamnil juga memiliki latar belakang akademik yang cukup mentereng. Ia lulusan Sarjana Hukum Universitas Abulyatama, Banda Aceh, pada 2022. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Sumatera Utara dan menyelesaikannya pada 2025.
Ia juga memiliki sertifikasi profesi Certified Professional Mediator (CPM), yang memperkuat kapasitasnya dalam membangun komunikasi dan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan mediasi.
Bagi Hamnil, setiap penugasan memiliki makna dan tanggung jawab tersendiri. Penunjukannya sebagai Danup penurunan bendera di daerah kelahiran bukan sekadar tugas kedinasan, tetapi juga kehormatan dan tanggung jawab moral.
Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, termasuk dukungan dari Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadhliansah beserta seluruh jajaran. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi untuk menjalankan setiap tugas dengan penuh disiplin, ketenangan, dan tanggung jawab.
“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Polres, melainkan membawa kehormatan bagi Kabupaten Aceh Selatan. Karena itu, sebagai putra daerah, saya telah berusaha memberikan yang terbaik dalam prosesi paling sakral pada peringatan Hari Kemerdekaan ini,” tutupnya.***

