Wabup Baital Resmikan Bank Sampah Jambo Papeun

ACEH SELATAN – Upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Kabupaten Aceh Selatan. Hal itu ditandai dengan peresmian Bank Sampah di Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, yang digagas oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Jambo Papeun dengan dukungan Bitra Indonesia.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

LPHD Jambo Papeun yang diketuai Aziman Hs., S.Pd. menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Kehadiran Bank Sampah diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah secara lebih terorganisir.

Acara peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE, Asisten II Setdakab Aceh Selatan Iskandar Burma, S.E., Ak., M.M., Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan Kasputra, ST., MM, perwakilan Balai Perhutanan Sosial Medan, Camat Meukek Teuku Ikbal Hidayatullah, S.Ag., unsur Muspika Meukek, Keuchik Jambo Papeun Umar M, tokoh masyarakat, unsur pemuda, serta pengurus Bank Sampah.

Ketua LPHD Jambo Papeun, Aziman Hs., S.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan Bank Sampah merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi. Menurutnya, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan bersama. Masyarakat tidak hanya didorong untuk membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mulai membiasakan diri memilah sampah dari sumbernya agar dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

Saat meresmikan Bank Sampah tersebut, Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE, memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat Gampong Jambo Papeun melalui LPHD. Ia menilai keberadaan Bank Sampah merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Bank Sampah merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga mendorong agar Bank Sampah tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah, kata dia, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga desa, pemuda, dan berbagai pihak terkait. Dengan pengelolaan yang baik, sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan dapat diubah menjadi sumber manfaat dan bernilai ekonomi.

Peresmian Bank Sampah Jambo Papeun sekaligus memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari tingkat gampong. Partisipasi masyarakat menjadi kunci agar pengelolaan sampah berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata.

Ke depan, Bank Sampah tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu contoh pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Kecamatan Meukek, sekaligus mendorong lahirnya kesadaran baru bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.***