6 Kasus HIV/AIDS di Aceh Selatan Sepanjang 2026, 1 Orang Meninggal Dunia
ACEH SELATAN – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Aceh Selatan sepanjang tahun 2026 masih menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat. Hingga Agustus 2026, ditemukan 6 kasus HIV/AIDS dan 1 orang di antaranya meninggal dunia.
Meskipun jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 8 kasus dengan 4 orang meninggal dunia, penurunan tersebut tidak membuat Dinkes Aceh Selatan lengah. Upaya penanganan dan edukasi terus digencarkan untuk mencegah penularan HIV/AIDS di masyarakat.
Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Wabah Dinkes Aceh Selatan, Nurma, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu fokus utama. Selain itu, pihaknya juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS.
“Di tahun 2025 kita itu ada 8 kasus dan meninggal 4 orang, sementara di tahun 2026 kita ada 6 kasus meninggal 1 orang. Kalau penanganan di sini, jika ada kasus yang kami temukan baik itu dari PDP luar Aceh Selatan, kami melakukan screening ulang untuk memastikan dia itu HIV-nya atau bukan. Kemudian akan kami berikan obat ARV,” ujar Nurma, Jumat (28/8/2026).
Nurma menjelaskan, Dinkes Aceh Selatan juga menjalin kerja sama dengan puskesmas dalam hal screening kepada populasi kunci. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kasus HIV yang terdeteksi di kabupaten tersebut.
“Dan juga kami melakukan kerja sama dengan puskesmas dalam hal screening kepada populasi kunci untuk memastikan ada tidaknya kasus HIV yang terdeteksi di Kabupaten Aceh Selatan,” tambahnya.
Selain penanganan medis, Nurma menegaskan bahwa masyarakat yang terdeteksi HIV/AIDS akan mendapatkan pendampingan sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Lebih lanjut, Dinkes juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma dan diskriminasi kepada orang dengan HIV, serta tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini.
Dinkes Aceh Selatan berharap dukungan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Dengan begitu, kasus baru dan angka kematian dapat terus ditekan.***

