P2LH Minta Tindakan Nyata Usai Muzakarah Ulama: Jaga Sungai Kluet Dari Segala Kerusakan
ACEH SELATAN – Muhammad Resqi, Kabid Riset P2LH, kembali mempertegas pentingnya peran ulama dalam menjaga kelestarian alam. Pernyataan itu ia sampaikan menyusul Forum Muzakarah dan Konsolidasi Ulama dalam rangkaian ITQANS II MUQ Aceh Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Resqi, forum tersebut menghasilkan komitmen bersama dari para ulama, tokoh agama, dan pemerhati lingkungan. Namun, ia menekankan bahwa komitmen itu harus segera diikuti dengan tindakan nyata.
“Langkah paling krusial dalam menjaga kelestarian alam adalah hadirnya pandangan ulama, dan hadirnya agama dalam menjawab kerusakan alam seperti kerusakan Sungai Kluet yang membawa efek terhentinya sumber air bersih yang layak bagi masyarakat Kluet Selatan,” ungkap Muhammad Resqi, Selasa (8/9/2026).
Lebih lanjut, ia menilai persoalan Sungai Kluet yang kian tercemar tidak cukup hanya ditangani secara teknis. Resqi mendorong agar pendekatan keagamaan dan moral menjadi bagian dari solusi.
“Ulama telah menyampaikan pandangannya. Sekarang saatnya kita terjemahkan dalam aksi nyata. Jangan sampai forum ini hanya menjadi wacana tanpa tindak lanjut,” tegasnya.
Dalam muzakarah tersebut, para ulama menegaskan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari kewajiban syariat. Tgk. Syahwizal Elsi menyebut amanah menjaga alam telah diajarkan Rasulullah SAW. Sementara itu, Ust. Abdurrahman menekankan pentingnya keterlibatan ulama dalam edukasi lingkungan.
Begitupun, Resqi berharap hasil muzakarah ini menjadi penggerak bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga Sungai Kluet dan lingkungan sekitar.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Komitmen ulama sudah ada, sekarang butuh konsistensi dari pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.***

