Sejak SPBUN Berdiri, Nelayan Aceh Selatan Rasakan Dampak Positif

ACEH SELATAN – Nelayan di Kecamatan Bakongan Timur kini melaut lebih tenang. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Gampong Ujong Pulo Rayeuk hadir untuk memudahkan akses BBM bersubsidi.

Bakongan Timur merupakan salah satu sentra nelayan di Aceh Selatan. Kecamatan ini memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi tumpuan hidup bagi ratusan nelayan tradisional.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan SPBUN Koperasi KNTI Aceh Selatan pada 28 April 2026 lalu. SPBUN berkapasitas 8.000 liter solar bersubsidi ini menjadi yang kesembilan dikelola KNTI di Indonesia.

Sebelum fasilitas ini berdiri, nelayan mengeluhkan jarak tempuh yang jauh untuk membeli solar. Mereka harus menempuh perjalanan hingga ke luar kecamatan hanya demi mengisi tangki perahu. Biaya operasional membengkak dan waktu terbuang di jalan.

Namun, semua berubah sejak SPBUN beroperasi. BBM kini tersedia tepat di dekat tempat mereka berlabuh. Nelayan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh atau mengeluarkan biaya tambahan. Waktu dan tenaga yang dulu habis di perjalanan kini mereka gunakan untuk melaut lebih awal.

M Ali, nelayan Desa Ujong Pulo Rayeuk, merasakan langsung perubahan ini. Baginya, SPBUN bukan sekadar memudahkan urusan bahan bakar, tetapi juga meringankan beban ekonomi yang selama ini mereka pikul.

“Kami sangat terbantu dengan adanya SPBUN ini. Sekarang solar ada di dekat sini dan dapat menekan biaya operasional. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan semua pihak yang telah bekerjasama dan bekerja keras menghadirkan fasilitas ini untuk para nelayan,” ujar M Ali, Minggu (9/8/2026).

SPBUN ini melayani nelayan tidak hanya dari Bakongan Timur, tetapi juga dari wilayah sekitarnya seperti Buloh Seuma, Trumon. Hadirnya SPBUN ini menjadi bagian dari program BBM Satu Harga dan Kampung Nelayan Merah Putih. Aceh Selatan memiliki 71 desa pesisir dengan sekitar 7.000 nelayan yang menjadi penopang utama sektor perikanan daerah.

Dengan akses BBM lebih mudah dan terjangkau, nelayan Bakongan Timur bisa menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas melaut. Nelayan pun kini bisa melaut lebih optimal tanpa terbebani biaya transportasi bahan bakar yang tinggi.***