Tambang Ilegal Ancam Krueng Kluet, GAMA Desak DPRK Panggil Semua Pihak
ACEH SELATAN – Gerakan Aktivis Muda Aceh (GAMA) mendesak DPRK Aceh Selatan mengambil sikap tegas terhadap maraknya aktivitas pertambangan ilegal yang dinilai semakin mengancam kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Koordinator GAMA, Zulfikri, menilai persoalan tambang ilegal bukan lagi persoalan biasa. Kerusakan kawasan sungai, hutan, dan ekosistem harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan di Aceh Selatan.
“DPRK jangan hanya menjadi saksi ketika lingkungan Aceh Selatan perlahan hancur akibat tambang. Lembaga legislatif harus menggunakan fungsi pengawasan dan memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan,” tegas Zulfikri dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Menurut Zulfikri, DPRK Aceh Selatan tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kerusakan lingkungan terus terjadi di sejumlah wilayah. Karena itu, ia meminta DPRK segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis. Langkah ini penting untuk mengetahui secara jelas langkah yang telah dan akan dilakukan dalam menangani aktivitas tambang ilegal.
“Kalau memang ada pelanggaran, harus dihentikan dan diproses sesuai hukum. Jangan sampai masyarakat melihat negara hadir hanya ketika persoalan sudah menjadi bencana,” ujarnya.
Selain itu, Zulfikri juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak hanya menyasar pekerja di lapangan. Menurutnya, pihak yang diduga menjadi pemodal dan pengendali aktivitas tambang ilegal juga harus ditelusuri dan dimintai pertanggungjawaban apabila ditemukan bukti pelanggaran hukum.
Di sisi lain, GAMA Aceh siap mengawal persoalan tersebut bersama masyarakat dan kelompok pemerhati lingkungan.
“Ini bukan persoalan kepentingan kelompok. Ini menyangkut masa depan Aceh Selatan. Kalau hari ini kita diam, maka generasi berikutnya yang akan menerima dampaknya,” pungkas Zulfikri.***

